Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC),
Syahganda Nainggolan menilai kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat (AS), Hillary Clinton ke Indonesia adalah usaha AS menancapkan
kepentingan Negeri Paman Sam di Tanah Air. Kunjungan Hillary perlu
dicermati sebagai upaya global AS untuk menancapkan pengaruh politik
maupun ekonominya di Asia Pasifik.
Sehingga, Syahganda menilai kunjungan Hillary akan membawa risiko atas keberlangsungan harmoni sesama anggota ASEAN. Selain itu, kunjungan tersebut menyisakan dilema masa depan posisi Indonesia yang berpengaruh di ASEAN.
"Adanya konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina dengan negara-negara ASEAN khususnya Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia, jelas dipandang menganggu kenyamanan agenda luar negeri AS, yang secara sungguh-sungguh dan spektakuler kini berorientasi ke lingkungan Asia Pasifik," katanya di Jakarta, Senin (3/9).
Sehingga, Syahganda menilai kunjungan Hillary akan membawa risiko atas keberlangsungan harmoni sesama anggota ASEAN. Selain itu, kunjungan tersebut menyisakan dilema masa depan posisi Indonesia yang berpengaruh di ASEAN.
"Adanya konflik di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina dengan negara-negara ASEAN khususnya Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Malaysia, jelas dipandang menganggu kenyamanan agenda luar negeri AS, yang secara sungguh-sungguh dan spektakuler kini berorientasi ke lingkungan Asia Pasifik," katanya di Jakarta, Senin (3/9).


Post A Comment: